Triangle Generator
Generator
segitiga atau triangle generator adalah rangkaian elektronik yang menghasilkan
sinyal output berbentuk gelombang segitiga. Gelombang segitiga adalah salah
satu bentuk gelombang yang penting dalam dunia elektronika karena memiliki
karakteristik yang berguna dalam berbagai aplikasi, termasuk pemrosesan sinyal,
modulasi, dan kontrol. Dalam pendahuluan ini, kita akan membahas prinsip dasar
dan aplikasi dari generator segitiga.
Pentingnya
Triangle Generator:
Generator
segitiga memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi elektronika. Bentuk
gelombang segitiga sering digunakan dalam pembangkitan sinyal referensi,
pemodulasi sinyal, pembentukan pulsa, dan berbagai aplikasi lainnya. Kemampuan
untuk menghasilkan sinyal segitiga dengan kestabilan dan kepresisian tinggi
menjadikan generator segitiga komponen yang sangat berharga dalam desain sistem
elektronik.
Prinsip
Dasar Triangle Generator:
Triangle
generator bekerja dengan menghasilkan keluaran yang naik secara linier,
mencapai puncak, kemudian menurun secara linier kembali ke titik awal dalam
suatu periode waktu tertentu. Prinsip dasar yang digunakan dalam generator
segitiga adalah integrasi dan diferensiasi sinyal. Dalam generator segitiga
yang paling sederhana, sebuah integrator dan sebuah saklar yang diatur oleh
puncak tegangan adalah yang dibutuhkan.
Aplikasi
Triangle Generator:
Triangle
generator memiliki beragam aplikasi dalam berbagai bidang elektronika. Dalam
sintesis frekuensi, generator segitiga digunakan sebagai sumber sinyal
referensi untuk menciptakan frekuensi yang berbeda melalui pembagian frekuensi
atau modulasi. Dalam modulasi lebar pulsa (PWM), generator segitiga digunakan
sebagai sinyal pembanding untuk menghasilkan pulsa PWM dengan lebar yang
bervariasi. Selain itu, dalam berbagai pengujian dan pengukuran, generator
segitiga digunakan sebagai sumber sinyal uji atau sebagai sinyal penggerak
dalam berbagai aplikasi kontrol dan pemrosesan sinyal.
- Untuk menyelesaikan tugas
matkul elektronika yang diberi oleh bapak Dr. Darwison,M.T.
- Untuk mengetahui cara membuat
rangkaian Triangle Generator dengan Op-Amp
- Memahami prinsip kerja
Triangle Generator
A. Alat
·
Instrument
1.
Osiloskop
Osiloskop adalah komponen
elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan electron-elektron selama
waktu yang tidak tertentu. Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar
katode. Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar
tabung sinar katode. Osiloskop (Oscilloscope) merupakan alat ukur
elektronik yang digunakan mengukur frekwensi, periode dan melihat bentuk-bentuk
gelombang seperti bentuk gelombang sinyal audio, sinyal video, dan bentuk
gelombang Tegangan Listrik Arus Bolak Balik, maupun Tegangan Listrik Arus
Searah yang berasal dari catu daya/baterai.
→ Spesifikasi Osiloskop:
→ Pinout Osiloskop:
·
Generator
1.
Power Suplai
Power
suplai berfungsi sebagai pemberi tegangan pada rangkaian, yang memiliki
spesifikasi, sebagai berikut:
- Input voltage: 5V-12V.
- Output voltage: 5V.
- Output Current: MAX 3A.
- Output power:15W.
- conversion efficiency: 96%.
2.
Baterai (Generator DC)
Di mulai dari pengertiannya.
Baterai merupakan sebuah benda yang dapat atau bisa mengubah energi kimia
menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan oleh baterai tersebut
sama seperti accumulator, yakni listrik searah dikatakan DC. Jumlah listrik
yang dihasilkan tersebut tergantung dari seberapa besar baterai tersebut.
Fungsi
Baterai:
Sangat beragam fungsi dari baterai
dalam kehidupan sehari-hari namun memiliki intinya yang sama yakni sebagai
sumber energi, karena hampir pada semua alat elektronik yang sifatnya mobile
juga perlu baterai sebagai sumber energi. Sebut misalnya seperti HP, senter,
power bank, drone, remote TV dan AC, dan lain sebagainya. Semua alat-alat
tersebut membutuhkan baterai agar bisa bekerja.
Spesifikasi
:
Pinout
:
Grafik :
3.
DC Voltmeter
Voltmeter
adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur beda potensial atau tegangan listrik
dari dua titik potensial listrik.
B.
Bahan/Komponen
1.
Resistor
Secara sederhana, resistor
merupakan komponen dasar yang ada pada sistem elektronika. Biasanya, resistor
digunakan pada setiap rangkaian elektronik lantaran berfungsi sebagai pengatur
dan juga pembatas jumlah arus listrik dalam suatu rangkaian.
Sebenarnya, cara kerja resistor ini
cukup simple, yakni dengan menghambat arus listrik yang mengalir dari salah
satu ujung kutub ke ujung kutub yang lainnya. Proses menghambat arus
listrik tersebut, biasanya dibarengi dengan nilai hambatan variatif sesuai
dengan nilai hambatan yang tertera pada resistor.
→ Cara
menentukan nilai dari resistor adalah sebagai berikut:
Contohnya:
·
Gelang
/ cincin ke - 1 : 100 Ω.
·
Gelang
/ cincin ke - 2 : 00 Ω.
·
Gelang
/ cincin ke - 3 : 5 Ω.
·
Gelang
/ cincin ke - 4 : 10⁵ Ω.
·
Gelang
/ cincin ke - 5 : ±10%.
·
Resistansi
pada resistor = 105 × 10⁵ Ω (±10%) / = 10,5 ㏁ (±10%)
Dengan ±10%
sebagai nilai dari toleransi dari resistor.
→ Spesifikasi Resistor:
2.
Kapasitor
Kondensator atau kapasitor
adalah komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan muatan
listrik. Kapasitor atau kondensator oleh ditemukan oleh Michael Faraday
(1791-1867) pada hakikatnya adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/ muatan
listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan
internal dari muatan listrik atau komponen listrik yang mampu menyimpan
muatan listrik yang dibentuk oleh permukaan (piringan atau kepingan) yang
berhubungan yang dipisahkan oleh suatu penyekat.
→ Cara
menghitung kapasitor:
- Untuk menghitung nilai
kapasitor elektrolit nilainya telah tertera pada komponen
Untuk
menghitung nilai kapasitor keramik, kertas, dan kapasitor non-polaritas lainnya
adalah sebagai berikut:
·
Contoh:
·
Kode : 473Z
·
Nilai
Kapasitor = 47 x 103
·
Nilai
Kapasitor = 47 x 1000
·
Nilai
Kapasitor = 47.000pF atau 47nF atau 0,047µF
· Huruf dibelakang angka menandakan
Toleransi dari Nilai Kapasitor tersebut, Berikut adalah daftar Nilai
Toleransinya :
B
= 0.10pF
C = 0.25pF
D = 0.5pF
E = 0.5%
F = 1%
G= 2%
H = 3%
J = 5%
K = 10%
M = 20%
Z = + 80% dan - 20%
→ Spesifikasi
Kapasitor:
- Bahan dielektrika : cairan
elektrolit
- Rentang nilai kapasitansi yang
tersedia : 0,01uF hingga 10000uF
- Rentang nilai tegangan kerja
maksimal : 16 V sampai 450 V
- Suhu maksimum : 105° C
- Jenis : kapasitor polar
3.
Op-Amp (LM741)
Operational amplifier (Op-Amp)
adalah suatu penguat berpenguatan tinggi yang terintegrasi dalam sebuah chip IC
yang memiliki dua input inverting dan non-inverting dengan sebuah terminal
output. Prinsip kerja dari Op-Amp adalah membandingkan nilai kedua input
(inverting dan non-inverting), apabila kedua input bernilai sama maka outnya
tidak ada atau nol dan apabila terdapat perbedaan nilai input maka output akan
ada.
→ Konfigurasi Pin Op-Amp:
→
Spesifikasi Op-Amp:
4. Ground
Ground adalah sistem pentanahan yang terpasang pada suatu instalasi listrik yang bekerja untuk meniadakan beda potensial dengan mengalirkan arus sisa dari kebocoran tegangan atau arus dari sambaran petir ke bumi. Ground dianggap sebagai titik kembalinya arus listrik arus searah atau titik kembalinya sinyal bolak-balik atau titik patokan (referensi) berbagai titik tegangan dan sinyal listrik di dalam rangkaian elektronika
Rangkaian pembangkit gelombang segitiga (Triangle Generator) dapat dibuat dari rangkaian ramp generator diseri dengan komparator dan output komparator di-feedback-kan ke input ramp generator. seperti gambar 140 dan bentuk gelombang output seperti gambar 141.
|
Gambar
140 (a). Rangkaian
triangle generator |
|
Gambar 141 . Grafik Rangkaian |
→ Rumus BSF:
Selama:
Saat:
Selama:
Saat:
Selama:
Saat:
1.
Resistor
Secara
sederhana, resistor merupakan komponen dasar yang ada pada sistem elektronika.
Biasanya, resistor digunakan pada setiap rangkaian elektronik lantaran
berfungsi sebagai pengatur dan juga pembatas jumlah arus listrik dalam suatu
rangkaian.
Sebenarnya,
cara kerja resistor ini cukup simple, yakni dengan menghambat arus listrik yang
mengalir dari salah satu ujung kutub ke ujung kutub yang lainnya. Proses
menghambat arus listrik tersebut, biasanya dibarengi dengan nilai hambatan
variatif sesuai dengan nilai hambatan yang tertera pada resistor.
→ Cara menentukan nilai dari resistor adalah sebagai berikut:
Contohnya:
- Gelang / cincin ke - 1 : 100
Ω.
- Gelang / cincin ke - 2 :
00 Ω.
- Gelang / cincin ke - 3 :
5 Ω.
- Gelang / cincin ke - 4 :
10⁵ Ω.
- Gelang / cincin ke - 5 : ±10%.
- Resistansi pada resistor = 105
× 10⁵ Ω (±10%) / = 10,5 ㏁ (±10%)
Dengan ±10% sebagai nilai dari toleransi dari resistor.
→ Spesifikasi Resistor:
→ Paralel dan Seri resistor:
→ Grafik fungsi:
2.
Kapasitor
Kondensator atau
kapasitor adalah komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan muatan
listrik.
→ Cara
menghitung kapasitor:
- Untuk menghitung nilai
kapasitor elektrolit nilainya telah tertera pada komponen
- Untuk menghitung nilai
kapasitor keramik, kertas, dan kapasitor non-polaritas lainnya adalah
sebagai berikut:
- Contoh:
- Kode : 473Z
- Nilai Kapasitor = 47 x 103
- Nilai Kapasitor = 47 x 1000
- Nilai Kapasitor
= 47.000pF atau 47nF atau 0,047µF
- Huruf dibelakang angka
menandakan Toleransi dari Nilai Kapasitor tersebut, Berikut adalah daftar
Nilai Toleransinya :
B
= 0.10pF
C = 0.25pF
D = 0.5pF
E = 0.5%
F = 1%
G= 2%
H = 3%
J = 5%
K = 10%
M = 20%
Z = + 80% dan -20%
→ Spesifikasi Kapasitor:
- Bahan dielektrika : cairan
elektrolit
- Rentang nilai kapasitansi yang
tersedia : 0,01uF hingga 10000uF
- Rentang nilai tegangan kerja
maksimal : 16 V sampai 450 V
- Suhu maksimum : 105° C
- Jenis : kapasitor polar
→ Paralel dan Seri Kapasitor:
→
Grafik Pengisian dan Pengosongan kapasitor:
3. Op-Amp
(LM741)
Operational
amplifier (Op-Amp) adalah suatu penguat berpenguatan tinggi yang terintegrasi
dalam sebuah chip IC yang memiliki dua input inverting dan non-inverting dengan
sebuah terminal output. Prinsip kerja dari Op-Amp adalah membandingkan nilai
kedua input (inverting dan non-inverting), apabila kedua input bernilai sama
maka outnya tidak ada atau nol dan apabila terdapat perbedaan nilai input maka
output akan ada.
→ Konfigurasi Pin Op-Amp:
Ada tiga
karakteristik utama op-amp ideal, yaitu;
1.
Gain
sangat besar (AOL >>). Penguatan open loop adalah sangat besar karena feedback-nya
tidak ada atau RF = tak terhingga.
2.
Impedansi
input sangat besar (Zi >>). Impedansi input adalah sangat besar sehingga arus
input ke rangkaian dalam op-amp sangat kecil sehingga tegangan input sepenuhnya
dapat dikuatkan.
3.
Impedansi
output sangat kecil (Zo <<). Impedansi output adalah sangat kecil
sehingga tegangan output stabil karena tahanan beban lebih besar yang
diparalelkan denganZo <<.
Simbol
Op-Amp seperti gambar berikut:
dimana,
V1 = tegangan input dari kaki non inverting.
V2 = tegangan input dari kaki inverting.
Vo = tegangan output.
→ Spesifikasi Op-Amp:
→ Grafik Kurva I/O:
a)
Prosedur
- Siapkan alat dan bahan yang
dibutuhkan dalam membuat rangkaian tersebut.
- Alat dan bahan yang digunakan
adalah Op-Amp, Resistor, Ground, dan sebagainya.
- Rangkailah alat dan bahan
tersebut seperti gambar di bawah ini.
- Simulasikan pada software
proteus 8.
b)
Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja
Prinsip kerja : Dengan menggunakan gambar di atas di mana pada op-amp pertama kita mengunakan ramp generator diamana pada rangkaian itu akan menghasilkan sebuah sinyal pulsa seperti yang ada di osiloskop. selanjutnya kita pasan koperator dimana output komperatornya di-feedback-kan ke input dari ramp generator maka di hasilkan seperti osiloskop diatas. Perbandingan amplitudo dari sinyal pulsa dengan sinyal segitiga adalah sesuai dengan besaran R1&R3. sedangkan frekuensinya di atur dengan R2nya. kapasitor digunakan untuk menciptakan segitiga dimana di saat sinyal naik maka itu waktu pengisian kapasitor di saat turun itu pada saat pengosongan kapasitor.
c) Video Simulasi
- Download Html [klik disini]
- Download Rangkaian [klik disini]
- Download Vidio Presentasi [klik disini]
File
Datasheet :
- Datasheet Baterai [klik disini]
- Datasheet Resistor [klik disini]
- Datasheet Dioda [klik disini]
- Datasheet Voltmeter [klik disini]
- Datasheet Amperemeter [klik disini]
Komentar
Posting Komentar