chapter 12: Sub bab 12.3 Class B Amplifier Circuit
Penguat kelas B merupakan salah satu jenis penguat daya yang banyak digunakan dalam aplikasi audio dan komunikasi karena efisiensinya yang relatif tinggi dibandingkan kelas A. Dalam penguat kelas B, masing-masing perangkat aktif (biasanya transistor) hanya bekerja selama setengah siklus dari bentuk gelombang input. Hal ini membuat penguat ini lebih hemat daya karena tidak ada arus statis yang besar mengalir saat tidak ada sinyal.
Namun, untuk
menghasilkan sinyal keluaran yang utuh dari sinyal input AC, diperlukan dua
perangkat aktif yang bekerja secara bergantian. Oleh karena itu, digunakan
konfigurasi push–pull, di mana dua transistor menguatkan
masing-masing setengah siklus dari sinyal input (positif dan negatif), lalu
digabung kembali pada beban untuk menghasilkan sinyal penuh. Agar ini dapat
dilakukan dengan benar, sinyal input harus dibagi menjadi dua sinyal yang
berlawanan fasa (fase terbalik), yang dapat dicapai menggunakan transformator
atau rangkaian pemisah fasa (phase splitter).
1. Memahami
prinsip kerja penguat daya kelas B.
2. Menjelaskan
konsep dasar konfigurasi push–pull dalam rangkaian penguat.
3. Mengidentifikasi
fungsi transformator center-tap dalam membagi dan menggabungkan
sinyal fasa.
4. Menganalisis
aliran arus dan sinyal dalam rangkaian push–pull amplifier.
A. ALAT
1.Ptoteus
Proteus adalah software
simulasi dan desain rangkaian elektronik yang digunakan untuk membuat,
menguji, dan memvisualisasikan rangkaian.
B. BAHAN
1. Voltmeter
Alat ukur untuk mengukur besar
Tegangan dalam satuan Volt
2. DC Voltage
Komponen yang menyediakan
tegangan tetap antara dua terminal: terminal positif (+) dan terminal negatif
(–). Sumber ini digunakan untuk memberikan energi listrik ke rangkaian, dan
nilainya bisa berupa tegangan tetap (seperti baterai 5V atau 12V) atau variabel,
tergantung konfigurasi rangkaian.
3. Ground
Ground adalah titik kembalinya
arus searah atau titik kembalinya sinyal bolak balik atau titik patokan
dari berbagai titik tegangan dan sinyal listrik dalam rangkaian elektronika.
4. Resistor
Fungsi utama dari resistor
adalah membatasi aliran arus. Resistor dapat menahan arus dan memperkecil
besar arus. Besar resistansi (kemampuan menahan arus) resistor disesuaikan
dengan kebutuhan perangkat elektronika.
Cara Menghitung Nilai Resistor
5. Op Amp
Op-amp (operational amplifier)
adalah komponen elektronik aktif yang berfungsi untuk memperkuat perbedaan
tegangan antara dua inputnya (input inverting dan non-inverting).
6. Transformator
komponen trafo yang digunakan
untuk mensimulasikan proses perubahan tegangan listrik dalam sebuah rangkaian
elektronik.
7.Transistors.
Transistor adalah komponen elektronik yang berfungsi sebagai saklar atau penguat sinyal. Transistor memiliki tiga kaki: basis (B), kolektor (C), dan emitor (E). Dengan mengatur arus kecil di basis, transistor bisa mengendalikan arus yang lebih besar antara kolektor dan emitor.
Penguat daya (power amplifier) adalah rangkaian elektronika yang digunakan untuk memperkuat sinyal agar mampu menggerakkan beban dengan daya besar, seperti speaker atau antena pemancar. Berdasarkan cara kerjanya, penguat daya diklasifikasikan dalam beberapa kelas, salah satunya adalah penguat kelas B (Class B amplifier).
Penguat kelas
B bekerja dengan prinsip bahwa setiap elemen aktif (biasanya transistor) hanya
menghantarkan selama 180° (setengah siklus) dari sinyal input.
Untuk memperoleh penguatan penuh (360°), digunakan dua transistor yang
masing-masing bertugas menguatkan setengah siklus sinyal secara bergantian:
satu untuk siklus positif dan satu untuk siklus negatif.
Agar kedua transistor dapat
bekerja secara bergantian, sinyal input harus dibagi menjadi dua sinyal berlawanan
fasa (180°). Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan:
- Transformator dengan titik tengah (center-tap) pada
lilitan primer, yang secara alami menghasilkan dua sinyal output
berlawanan fasa.
- Rangkaian pembalik fasa aktif seperti
op-amp atau transistor.
Konfigurasi
ini dikenal sebagai push–pull, karena satu transistor
"mendorong" arus saat sinyal positif, sementara yang lain
"menarik" arus saat sinyal negatif. Output dari kedua transistor
digabungkan kembali melalui transformator output untuk menghasilkan sinyal
penuh yang simetris.
Penguat kelas B dikenal karena efisiensinya yang tinggi, dengan nilai teoritis maksimum sekitar 78,5%, jauh lebih tinggi dibandingkan penguat kelas A. Namun, kekurangan utama dari penguat kelas B adalah munculnya distorsi crossover, yaitu distorsi kecil yang terjadi saat peralihan dari satu transistor ke transistor lain di sekitar titik nol sinyal. Untuk mengatasi hal ini, sering digunakan konfigurasi kelas AB yang memberikan bias kecil agar transistor sedikit menghantarkan di sekitar titik nol.
Push-pull circuit adalah konfigurasi rangkaian elektronika yang menggunakan dua elemen aktif (seperti transistor) untuk bekerja secara bergantian, masing-masing menangani satu setengah siklus dari sinyal input AC:
- “Push”:
satu transistor mengalirkan arus ke beban saat setengah siklus pertama
(biasanya positif).
- “Pull”:
transistor lainnya menarik arus dari beban ke ground saat setengah siklus
berikutnya (biasanya negatif).
1. Rangkaian
Dasar:
- Terdiri
dari dua transistor komplementer (misalnya NPN dan PNP untuk BJT).
- Sinyal
input AC diberikan ke basis kedua transistor melalui pembagi sinyal
(biasanya transformer center-tap atau driver tahap awal).
- Output
diambil dari titik gabungan kolektor-emitor transistor ke beban.
2. Siklus Positif (Half-Cycle):
- Transistor
atas (misalnya NPN) aktif.
- Mengalirkan
arus dari suplai (+Vcc) ke beban.
- Transistor
bawah (PNP) nonaktif.
3. Siklus Negatif (Half-Cycle):
- Transistor
bawah (PNP) aktif.
- Menarik
arus dari beban ke ground.
- Transistor
atas (NPN) nonaktif.
4. Hasil Akhir:
- Beban
menerima sinyal penuh (positif dan negatif) dari dua transistor yang
bekerja bergantian.
- Daya
disuplai hanya saat ada sinyal input
Class B amplifier merupakan jenis penguat daya yang menggunakan dua transistor yang bekerja secara bergantian (push-pull). Masing-masing transistor hanya menguatkan setengah siklus dari sinyal input (positif atau negatif). Keunggulan Class B adalah efisiensi daya yang lebih tinggi dibandingkan Class A (~78.5%), tetapi memiliki kekurangan berupa distorsi crossover akibat perpindahan antara transistor. Biasanya digunakan dalam aplikasi audio dan pemancar RF.Push-pull circuit adalah konfigurasi utama pada amplifier kelas B, di mana dua transistor (biasanya tipe NPN dan PNP) bekerja secara bergantian: satu transistor menguatkan sinyal setengah siklus positif, dan yang lainnya setengah siklus negatif. Konfigurasi ini mengurangi pemborosan daya (lebih efisien dari Class A) dan mampu menghasilkan daya output yang lebih besar. Namun, kekurangan utamanya adalah distorsi crossover yang muncul di sekitar titik nol sinyal karena kedua transistor tidak aktif bersamaan. Push-pull banyak digunakan dalam penguat audio, daya tinggi, dan aplikasi speaker.
Push-pull circuit adalah konfigurasi utama dalam amplifier kelas B yang menggunakan dua transistor (biasanya NPN dan PNP) untuk menguatkan sinyal secara bergantian. Satu transistor aktif untuk setengah siklus positif sinyal, sedangkan yang lain aktif untuk setengah siklus negatif. Konfigurasi ini meningkatkan efisiensi (hingga 78.5%) dan cocok untuk aplikasi audio dan penguat daya. Namun, karena tidak ada arus basis di sekitar titik nol, dapat terjadi distorsi crossover yang menyebabkan sinyal output tidak mulus. Distorsi ini dapat dikurangi dengan memberi sedikit bias ke transistor (konversi ke kelas AB).A. Example
1.
Diketahui: Rangkaian push-pull dengan pasang Darlington NPN dan PNP
digunakan untuk menguatkan sinyal audio sinusoidal.
Parameter:
·
VCC1= +20 V, VCC2 = –20 V
·
RE (masing-masing) = 1 Ω
·
Beban
speaker = 8 Ω
·
Output
sinusoidal dengan puncak ±12 V
Pertanyaan:
a)
Hitung arus puncak yang mengalir ke
beban.
b)
Hitung daya rata-rata yang diterima oleh
speaker.
c) Hitung disipasi daya pada masing-masing
transistor Darlington saat sinyal output mencapai puncaknya.
Jawab:
a)
Hitung arus puncak yang mengalir ke
beban.
Tegangan
output puncak = 12 V Beban = 8 Ω
b)
c) Tegangan kolektor-emitor:
Maka
daya yang hilang di transistor atas:
transistor
bawah akan mengalami kondisi serupa saat output = –12 V
2.
Hitung
daya input maksimum, daya output maksimum, tegangan output untuk operasi daya
maksimum, dan daya yang didisipasi transistor output.
Jawab:
-Daya input maksimum (DC):
-
Daya output maksimum (AC):
Po(ac) = VCC22RL = (25)22⋅4 = 78.125 W
-Efisiensi
maksimum:
η=P_o/P_i ×100%=78.125/99.47×100%=▭(78.54%)
-
Untuk mencapai daya output maksimum, tegangan output puncak harus sebesar:
-Maka,
daya yang didisipasi oleh transistor output (dua transistor):
3.
Tentukan daya maksimum yang didisipasi oleh transistor output dan
tegangan input saat kondisi ini terjadi.
Jawab:
-Daya
maksimum yang didisipasi oleh kedua transistor output:
-Daya
maksimum ini terjadi saat:
B. Problem
1.
Jika sebuah amplifier push-pull kelas B yang dirancang untuk beban 8 Ω
tiba-tiba dihubungkan ke speaker 4 Ω, apa yang akan terjadi terhadap arus
output, daya yang dihantarkan, dan kinerja termal transistor? Jelaskan
dampaknya terhadap kestabilan sistem.
Jawaban:
- Arus output akan meningkat karena I = V/RI = V/R, dan R menurun. -Daya output ke beban meningkat karena P = V^2/RP = V^2/R, namun bisa melebihi batas rancangan.
- Transistor akan bekerja lebih keras dan mengalami peningkatan dissipasi
daya → berisiko overheating. -Sistem bisa menjadi tidak stabil
atau transistor mengalami kerusakan permanen jika tidak dilengkapi
sistem pendinginan atau proteksi.
2. Jika dalam suatu rangkaian push-pull kelas B,
transistor Q1 bertugas untuk siklus positif dan Q2 untuk siklus negatif, namun
sinyal output menunjukkan adanya kliping hanya pada bagian positif sinyal, apa
yang mungkin terjadi? Analisis kemungkinan kerusakan, efek terhadap sinyal
output, dan bagaimana solusi perbaikannya.
Jawaban:
- Kemungkinan kerusakan: Q1 (transistor siklus positif)
mengalami kegagalan (rusak atau tidak bias dengan benar).
- Efek sinyal output: Hanya setengah siklus negatif yang
muncul → output mengalami kliping pada setengah siklus positif →
menghasilkan distorsi berat.
- Solusi: Cek biasing Q1, pastikan tegangan
Vbe-nya tepat (~0.6–0.7 V untuk BJT), atau ganti transistor jika rusak.
3. Jika amplifier push-pull kelas B yang didesain untuk beban 8 Ω dihubungkan ke speaker 2 Ω, bagaimana pengaruhnya terhadap: (a) arus output, (b) efisiensi termal, dan (c) risiko terhadap transistor? Jelaskan secara kuantitatif dan kualitatif.
Jawaban:
(a) Arus output meningkat drastis → I = V/RI = V/R, dengan R turun → arus naik 4 kali jika tegangan tetap.
(b) Efisiensi menurun,
karena lebih banyak daya hilang dalam bentuk panas pada transistor, terutama
jika tidak didesain untuk arus tinggi.
(c) Risiko kerusakan meningkat:
arus kolektor bisa melampaui batas transistor → overheat → thermal runaway
→ kerusakan permanen.
C.Pilihan
Ganda
1.
Dalam konfigurasi push-pull amplifier kelas B, manakah pernyataan yang paling
tepat?
A.
Kedua transistor bekerja dalam mode saturasi penuh sepanjang siklus
B.
Transistor aktif hanya saat sinyal melebihi tegangan ambang tertentu
C.
Distorsi crossover hanya terjadi saat sinyal berfrekuensi tinggi
D.
Arus output mengalir bolak-balik antara dua transistor bergantian
Jawaban: B, D
2.
Jika amplifier push-pull kelas B menghasilkan distorsi crossover, solusi
yang paling praktis adalah:
A.
Menambahkan kapasitor di kolektor
B. Mengatur suhu kerja transistor
C. Memberikan tegangan bias kecil ke basis
D. Mengganti transistor dengan jenis MOSFET
Jawaban: C
3.
Keunggulan konfigurasi push-pull dibanding konfigurasi single-ended
dalam amplifier daya adalah:
A.
Dapat menghilangkan komponen harmonik genap
B. Memungkinkan efisiensi di atas 90% tanpa distorsi
C. Menghasilkan output simetris dengan penggunaan daya lebih efisien
D. Menghilangkan kebutuhan catu daya ganda
Jawaban: A, C
a) Prosedur
Percobaan.
- Untuk membuat rangkaian ini,
pertama, siapkan semua alat dan bahan yang bersangkutan, di ambil dari
library proteus
- Letakkan semua alat dan bahan
sesuai dengan posisi dimana alat dan bahan terletak.
- Tepatkan posisi letak nya
dengan gambar rangkaian
- Selanjutnya, hubungkan
semua alat dan bahan menjadi suatu rangkaian yang utuh
- Lalu mencoba menjalankan
rangkaian , jika tidak terjadi error, maka rangkaian akan berfungsi yang
berarti rangkaian bekerja.
b) Rangkaian
- Rangkaian 12.15
- Rangkaian 12.16
- Rangkaian 12.17
- Rangkaian
12.15 [klik disini]
- Video Rangkaian 12.15 [klik disini]
- Rangkaian
12.16
- Video Rangkaian 12.16 [klik disini]
- Rangkaian
12.17
- Video Rangkaian 12.17 [klik disini]
Download Datasheet
- resistor [klik disini]
- voltmeter [klik disini]
- Op Amp [klik disini]
- Transistor [klik disini]


Komentar
Posting Komentar