TUGAS BESAR ELEKTRONIKA
Kandang ayam yang baik sangat penting untuk menunjang kesehatan dan produktivitas ayam. Namun, pengaturan suhu, kelembapan, serta pemberian pakan dan air sering kali masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan berisiko menurunkan hasil produksi. Dengan berkembangnya teknologi, kini sistem kontrol kandang ayam berbasis otomatisasi dan sensor mulai diterapkan untuk memantau dan mengatur kondisi kandang secara real time. Tugas besar ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem kontrol otomatis pada kandang ayam agar lingkungan kandang tetap optimal, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan hasil peternakan.
1.
Mengendalikan
suhu dan kelembaban kandang ayam secara otomatis.
2.
Memantau
kondisi lingkungan kandang secara real-time menggunakan sensor.
3.
Mengontrol
aktuator seperti kipas berdasarkan data sensor.
4.
Mengembangkan
sistem otomatis berbasis mikrokontroler.
5.
Meningkatkan
efisiensi dan kenyamanan untuk pertumbuhan ayam.
A. Alat
1.
DC Voltmeter
DC Voltmeter
merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besar tengangan suatu
komponen.
2.
DC Amperemeter
DC Amperemeter
merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besar arus pada suatu komponen.
3. Power Supply
Berfungsi
sebagai sumber daya bagi rangkaian.
4.
Baterai
Baterai
pada rangkaian ini digunakan sebagai sumber energi listrik atau sumber tegangan untuk menjalankan
rangkaian.
B.
Bahan
1.
Resistor
Spesifikasi
resistor:
2.
Kapasitor
Spesifikasi
kapasitor:
3.
Dioda
Spesifikasi
dioda:
4. Transistor
Spesifikasi
transistor:
Konfigurasi
pin:
5.
Relay
Spesifikasi:
Konfigurasi
pin:
6.
Sensor LM35
Sensor
LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran
suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan.
Grafik
respon:
7.
Op-amp
Spesifikasi
·
Integrated
with two Op-Amps in a single package
·
Wide
power supply Range
·
Single
supply – 3V to 32V
·
Dual
supply – ±1.5V to ±16V
·
Low
Supply current – 700uA
·
Single
supply for two op-amps enables reliable operation
·
Short
circuit protected outputs
·
Operating
ambient temperature – 0˚C to 70˚C
·
Soldering
pin temperature – 260 ˚C (for 10 seconds – prescribed)
·
Available
packages: TO-99, CDIP, DSBGA, SOIC, PDIP, DSBGA
Konfigurasi pin
8.
Potensiometer
Spesifikasi:
9.
Ground
10. Motor DC
Motor Listrik DC atau
DC Motor adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik menjadi energi
kinetik atau gerakan (motion). Motor DC ini juga dapat disebut sebagai Motor
Arus Searah. Seperti namanya, DC Motor memiliki dua terminal dan memerlukan tegangan
arus searah atau DC (Direct Current) untuk dapat menggerakannya. Motor Listrik
DC ini biasanya digunakan pada perangkat-perangkat Elektronik dan listrik yang
menggunakan sumber listrik DC seperti Vibrator Ponsel, Kipas DC dan Bor Listrik
DC.
Spesifikasi
Pinout
Grafik
Respons:
11.
Logicstate
Gerbang
Logika (Logic Gates) adalah sebuah entitas untuk melakukan pengolahan
input-input yang berupa bilangan biner (hanya terdapat 2 kode bilangan biner
yaitu, angka 1 dan 0) dengan menggunakan Teori Matematika Boolean sehingga
dihasilkan sebuah sinyal output yang dapat digunakan untuk proses berikutnya.
Pinout
12. Sensor
Infra Red
Spesifikasi :
·
Board Power Supply: 3 – 5 V
·
Range: 2cm to 30cm
·
Angle: 35 degrees
·
Power LED: Illuminates when power is applied
·
Obstacle LED: Illuminates when obstacle is detected
·
Distance Adjust: Adjust detection distance. CCW
decreases distance. CW increases distance.
Module interface specification
:
·
VCC : 3V - 12V Power Supply (Can directly connect to
5V or 3.3V micrcontroller)
·
GND : Connect to GND
·
OUT : Board digital output interface (0 and 1)
Grafik responsi sensor :
13.
MQ-2 Sensor
Spesifikasi sensor pada sensor gas MQ-2 adalah sebagai berikut:
1. Catu daya pemanas : 5V AC/DC
2. Catu daya rangkaian : 5VDC
3. Range pengukuran : 200 - 5000ppm
untuk LPG, propane 300 - 5000ppm untuk butane 5000 - 20000ppm untuk methane 300
- 5000ppm untuk Hidrogen
4. Keluaran : analog (perubahan
tegangan)
Grafik respon sensor
14. LM35
Sensor suhu LM35 adalah komponen
elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran
listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai dalam penelitian
ini berupa komponen elektronika elektronika yang diproduksi oleh National
Semiconductor. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika
dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran
impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah
dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan
lanjutan.
Simbol
LM35 di proteus :
Grafik
respon
15. Rain
Sensor
16. Sensor Jarak GP2D120
GP2D12 merupakan
salah satu sensor jarak dengan keluaran tegangan analog. Jarak yang bisa
dideteksi GP2D12 mulai dari 8cm sampai 80cm, sedangkan tegangan yang
dikeluarkan adalah mulai dari 2,6 Vdc dan terus turun sampai sekitar 0,5 Vdc,
sehingga jarak berbanding terbalik dengan tegangan, jadi tegangan akan
semakin tinggi pada saat jarak semakin dekat.
Konfigurasi
Pin:
Spesifikasi:
A. Resistor
Resistor adalah
komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran
listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika. Sebagaimana fungsi
resistor yang sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk salah satu
komponen elektronika dalam kategori komponen pasif. Satuan atau nilai
resistansi suatu resistor di sebut Ohm dan dilambangkan dengan simbol
Omega (Ω). Sesuai hukum Ohm bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah
arus yang mengalir melaluinya. Selain nilai resistansinya (Ohm) resistor juga
memiliki nilai yang lain seperti nilai toleransi dan kapasitas daya yang mampu
dilewatkannya. Semua nilai yang berkaitan dengan resistor tersebut penting
untuk diketahui dalam perancangan suatu rangkaian elektronika oleh
karena itu pabrikan resistor selalu mencantumkan dalam kemasan resistor
tersebut.
Simbol
Resistor Sebagai Berikut :
Resistor dalam suatu
teori dan penulisan formula yang berhubungan dengan resistor disimbolkan dengan
huruf “R”. Kemudian pada desain skema elektronika resistor tetap disimbolkan
dengan huruf “R”, resistor variabel disimbolkan dengan huruf “VR” dan untuk resistorjenis
potensiometer ada yang disimbolkan dengan huruf “VR” dan “POT”.
Kapasitas
Daya Resistor
Kapasitas daya pada
resistor merupakan nilai daya maksimum yang mampu dilewatkan oleh resistor
tersebut. Nilai kapasitas daya resistor ini dapat dikenali dari ukuran fisik
resistor dan tulisan kapasitas daya dalamsatuan Watt untuk resistor dengan
kemasan fisik besar. Menentukan kapasitas daya resistor ini penting dilakukan
untuk menghindari resistor rusak karena terjadi kelebihan daya yang mengalir
sehingga resistor terbakar dan sebagai bentuk efisiensi biaya dan tempat dalam
pembuatan rangkaian elektronika.
Nilai
Toleransi Resistor
Toleransi
resistor merupakan perubahan nilai resistansi dari nilai yang tercantum
pada badan resistor yang masih diperbolehkan dan dinyatakan resistor dalam
kondisi baik. Toleransi resistor merupakan salah satu perubahan karakteristik
resistor yang terjadi akibat operasional resistor tersebut.
Nilai torleransi resistor ini ada beberapa macam yaitu resistor
dengan toleransi kerusakan 1% (resistor 1%), resistor dengan toleransi
kesalahan 2% (resistor2%), resistor dengan toleransi kesalahan 5% (resistor 5%)
dan resistor dengan toleransi 10% (resistor 10%).
Nilai toleransi
resistor ini selalu dicantumkan di kemasan resistor dengan kode warna maupun
kode huruf. Sebagai contoh resistor dengan toleransi 5% maka dituliskan dengan
kode warna pada cincin ke 4 warna emas atau dengan kode huruf J pada resistor
dengan fisik kemasan besar. Resistor yang banyak dijual dipasaran pada umumnya
resistor 5% dan resistor 1%.
Jenis-Jenis
Resistor
Berdasarkan
jenis dan bahan yang digunakan untuk membuat resistor dibedakan
menjadi resistor kawat, resistor arang dan resistor oksida logam atau resistor
metal film.
- Resistor Kawat (Wirewound
Resistor)
Resistor kawat atau wirewound
resistor merupakan resistor yang dibuat dengan bahat kawat yang dililitkan.
Sehingga nilai resistansiresistor ditentukan dari panjangnya kawat yang
dililitkan. Resistor jenis ini pada umumnya dibuat dengan kapasitas daya yang
besar.
- Resistor Arang (Carbon
Resistor)
Resistor arang atau resistor karbon
merupakan resistor yang dibuat dengan bahan utama batang arang atau karbon.
Resistor karbon ini merupakan resistor yang banyak digunakan dan banyak
diperjual belikan. Dipasaran resistor jenis ini dapat kita jumpai dengan
kapasitas daya 1/16 Watt, 1/8 Watt, 1/4 Watt, 1/2 Watt, 1 Watt, 2 Watt dan 3
Watt.
- Resistor Oksida Logam (Metal
Film Resistor)
Resistor oksida logam atau lebih
dikenal dengan nama resistor metal film merupakan resistor yang dibuah dengan
bahan utama oksida logam yang memiliki karakteristik lebih baik. Resistor metal
film ini dapat ditemui dengan nilai tolerasni 1% dan 2%. Bentuk fisik resistor
metal film ini mirip denganresistor kabon hanya beda warna dan jumlah cicin
warna yang digunakan dalam penilaian resistor tersebut. Sama seperti
resistorkarbon, resistor metal film ini juga diproduksi dalam beberapa
kapasitas daya yaitu 1/8 Watt, 1/4 Watt, 1/2 Watt. Resistor metal film ini
banyak digunakan untuk keperluan pengukuran, perangkat industri dan perangkat
militer.
Kemudian
berdasarkan nilai resistansinya resistor dibedakan menjadi 2 jenis yaitu
resistor tetap (Fixed Resistor) dan resistor tidak tetap (Variable Resistor)
- Resistor Tetap(Fixed Resistor)
Resistor tetap merupakan resistor
yang nilai resistansinya tidap dapat diubah atau tetap. Resistor jenis ini
biasa digunakan dalam rangkaian elektronika sebagai pembatas arus dalam suatu
rangkaian elektronika. Resistor tetap dapat kita temui dalam beberpa jenis,
seperti :
§ Metal Film Resistor
§ Metal Oxide Resistor
§ Carbon Film Resistor
§ Ceramic Encased Wirewound
§ Economy Wirewound
§ Zero Ohm Jumper Wire
§ S I P Resistor Network
- Resistor Tidak Tetap (Variable
Resistor)
Resistor
tidak tetap atau variable resistor terdiridari 2 tipe yaitu :
§ Pontensiometer, tipe variable resistor yang dapat
diatur nilai resistansinya secara langsung karena telah dilengkapi dengan tuas
kontrol. Potensiometer terdiri dari 2 jenis yaitu Potensiometer Linier dan
Potensiometer Logaritmis
§ Trimer Potensiometer, yaitu tipe variable resistor yang
membutuhkan alat bantu (obeng) dalam mengatur nilai resistansinya. Pada umumnya
resistor jenis ini disebut dengan istilah “Trimer Potensiometer atau VR”
§ Thermistor, yaitu tipe resistor variable
yangnilairesistansinya akan berubah mengikuti suhu disekitar resistor.
Thermistor terdiri dari 2 jenis yaitu NTC dan PTC. Untuk lebih detilnya
thermistor akan dibahas dalam artikel yang lain.
§ LDR (Light Depending Resistor),
yaitu tipe resistor variabel yang nilai resistansinya akan berubah mengikuti
cahaya yang diterima oleh LDR tersebut.
Jenis-jenis
resistor tetap dan variable diatas akan dibahas lebih detil dalam artikel yang
lain.
Menghitung Nilai Resistor
Nilai resistor dapat diketahui
dengan kode warna dan kode huruf pada resistor. Resistor dengan nilai
resistansi ditentukan dengan kode warna dapat ditemukan pada resistor tetap
dengan kapasitas daya rendah, sedangkan nilai resistor yang ditentukan dengan
kode huruf dapat ditemui pada resistor tetap daaya besar dan resistor variable.
Kode Warna Resistor
Cicin warna yang terdapat pada
resistor terdiri dari 4 ring 5 dan 6 ring warna. Dari cicin warna yang terdapat
dari suatu resistor tersebut memiliki arti dan nilai dimana nilai resistansi
resistor dengan kode warna yaitu :
- Resistor Dengan 4 Cincin Kode
Warna
Maka
cincin ke 1 dan ke 2 merupakan digit angka, dan cincin kode warna ke 3
merupakan faktor pengali kemudian cincin kode warnake 4 menunjukan nilai
toleransi resistor.
- Resistor Dengan 5 Cincin Kode
Warna
Maka
cincin ke 1, ke 2 dan ke 3 merupakan digit angka, dan cincin kode warna ke 4
merupakan faktor pengali kemudian cincin kode warna ke 5 menunjukan nilai
toleransi resistor.
- Resistor Dengan 6 Cincin Warna
Resistor
dengan 6 cicin warna pada prinsipnya sama dengan resistor dengan 5 cincin warna
dalam menentukan nilai resistansinya. Cincin ke 6 menentukan coefisien
temperatur yaitu temperatur maksimum yang diijinkan untuk resistor tersebut.
Kode Huruf Resistor
Resistor dengan kode huruf dapat
kita baca nilai resistansinya dengan mudah karenanilia resistansi dituliskan
secara langsung. Pad umumnya resistor yang dituliskan dengan kode huruf
memiliki urutan penulisan kapasitas daya, nilai resistansi dan toleransi
resistor. Kode huruf digunakan untuk penulisan nilai resistansi dan toleransi
resistor.
Kode
Huruf Untuk Nilai Resistansi :
- R, berarti x1 (Ohm)
- K, berarti x1000 (KOhm)
- M, berarti x 1000000 (MOhm)
Kode
Huruf Untuk Nilai Toleransi :
- F, untuk toleransi 1%
- G, untuk toleransi 2%
- J, untuk toleransi 5%
- K, untuk toleransi 10%
- M, untuk toleransi 20%
Rumus
Resistor:
Resistor
mempunyai nilai resistansi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan
listrik di antara kedua pin dimana nilai tegangan terhadap resistansi
tersebut berbanding lurus dengan arus yang mengalir, berdasarkan persamaan
Hukum OHM :
Dimana
V adalah tegangan, I adalah kuat arus, dan R adalah Hambatan.
Mencari
resistansi total dalam rangkaian dapat menggunakan :
Seri
: Rtotal = R1 + R2 + R3 + ….. + Rn
Dimana
:
Rtotal = Total Nilai Resistor
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-3
Rn = Resistor ke-n
Paralel :
1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ….. + 1/Rn
Dimana
:
Rtotal = Total Nilai Resistor
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-3
Rn = Resistor ke-n
B.
Kapasitor
Kapasitor adalah
komponen elektronika yang dapat menyimpan energi arus listrik. Alessandro
Volta adalah seorang ilmuwan dari negara Italia pernah menyatakan
bahwa "semua benda yang dapat menyimpan energi disebut
condensatore". Oleh karena itu kapasitor yang memiliki ukuran besar dalam
mikrofarad (uF), sering disebut kondensator. Kapasitor disebut komponen
pasif karena akan bekerja ketika diberi arus listrik, besar energi yang
disimpan oleh sebuah kapasitor ditentukan oleh besar nilai kapasitor dan waktu
pengisian kapasitor.
Konstruksi dasar dari
sebuah kapasitor dibuat dari 2 lempengan plat logam yang dipasang sejajar
tetapi tidak saling berhubungan, lempengan tersebut disekat/diisolasi oleh
lapisan bahan dielektrik, Jenis bahan dielektrik inilah yang menentukan
spesifikasi dan juga nama dari jenis kapasitor tersebut, seperti: mika,
polyster, keramik, dan gel cair seperti yang digunakan pada electrolit
kapasitor (ELKO). Lempengan plat logam dibentuk
sesuai dengan model kapasitor, sedangkan besar nilai kapasitansi dan
rating tegangan kapasitor ditentukan oleh konstruksi lempengan plat
logam dan lapisan isolasi (Dielektrik).
Cara
Kerja Kapasitor
Jika muatan positip
(+) diberikan pada salah satu plat dan plat yang lain diberi muatan
negatip (-) maka sifat muatan pada kondisi ini akan saling tarik
menarik, tetapi karena adanya lapisan isolasi elektron-elektron itu
tertahan dan tidak akan pernah mengalir, sehingga muatan listrik akan terjebak
pada masing-masing plat dan terserap keseluruh kepingan plat, kepingan
plat membutuhkan waktu untuk mengisi muatan (Charge)
sehingga mencapai tegangan maksimum yang diberikan, dan selama tidak
ada rangkaian konduksi yang dapat menarik atau mengeluarkan muatan
listrik dari kapasitor, muatan listrik akan terus tersimpan pada kapasitor.
Sifat
Kapasitor
Kapasitor
bersifat menahan arus DC dan melewatkan arus AC. Jika dialiri
arus DC maka arus akan diserap oleh kapasitor sehingga mencapai
tegangan maksimum power supply (Full Charge), dan karena dihalangi oleh
lapisan isolasi yang bersifat non konduktif, arus DC tidak akan pernah
tembus mengalir pada kapasitor.. Dan ketika kapasitor dialiri arus AC
maka lapisan isolasi dapat ditembus oleh perubahan elektron dari
sinyal ac dengan resistansi yang sangat kecil bahkan tidak ada
resistansi (tanpa tahanan) dan sering digunakan sebagai kopling pada rangkaian
audio.
Jenis
dan Simbol Kapasitor
NonPolar
Adalah jenis kapasitor tanpa polaritas, artinya pemasangan dibolak-balik tidak
masalah. Kapasitor jenis ini umumnya memiliki nilai kapasintansi yang kecil
antara pikofarad dan nanofarad. Contoh kapasitor non polar adalah: kapasitor
keramik, mika, dan polyester.
Bipolar
Adalah jenis kapasitor yang memiliki polaritas positif dan negatif. Hati-hati
saat pemasangan kapasitor jenis ini karena jika dipasang terbalik akan merusak
kapasitor bahkan bisa menimbulkan ledakan. Contoh kapasitor bipolar adalah:
Elektrolit kapasitor (ELKO), dan kapasitor tantalum.
Variabel
Kapasitor
Kapasitor ini umumnya jenis nonpolar, biasa dipakai untuk penalaan radio
frekuensi pada rangkaian oscilator, contoh kapasitor ini adalah: VARCO
dan kapasitor trimer.
Cara Membaca dan Menghitung Nilai
Kapasitor berdasarkan Kode Angka dan Huruf-nya.
Satuan Kapasitansi Kapasitor adalah
Farad, tetapi Farad merupakan satuan yang besar untuk sebuah Kapasitor yang
umum dipakai oleh Peralatan Elektronik. Oleh Karena itu, Satuan-satuan yang
merupakan turunan dari Farad menjadi pilihan utama produsen dalam memproduksi
sebuah Kapasitor agar dapat digunakan oleh peralatan Elektronika. Satuan-satuan
tersebut diantaranya adalah : Micro Farad (µF), Nano Farad (nF) dan Piko Farad
(pF ).
Berikut ini adalah ukuran turunan
Farad yang umum digunakan dalam menentukan Nilai Kapasitansi sebuah Kapasitor :
1
Farad = 1.000.000µF (mikro Farad)
1µF = 1.000nF (nano
Farad)
1µF = 1.000.000pF (piko
Farad)
1nF = 1.000pF (piko
Farad)
Cara Membaca Nilai Kapasitor
Elektrolit (ELCO)
Untuk Kapasitor Elektrolit
atau ELCO, nilai Kapasitansinya telah tertera di label badannya dengan jelas.
Jadi sangat mudah untuk menentukan nilainya. Contoh 100µF 16V, 470µF 10V,
1000µF 6.3V ataupun 3300µF 16V.
Cara Membaca Nilai Kapasitor
Keramik, Kapasitor Kertas dan Kapasitor non-Polaritas lainnya
Untuk Kapasitor Keramik, Kapasitor
Kertas, Kapasitor Mika, Kapasitor Polyester atau Kapasitor Non-Polaritas
lainnya, pada umumnya dituliskan Kode Nilai dibadannya. Seperti 104J, 202M,
473K dan lain sebagainya. Maka kita perlu menghitungnya ke dalam nilai
Kapasitansi Kapasitor yang sebenarnya.
Contoh untuk membaca Nilai Kode
untuk Kapasitor Keramik diatas dengan Tulisan Kode 473Z. Cara menghitung Nilai
Kapasitor berdasarkan kode tersebut adalah sebagai berikut :
Kode : 473Z
Nilai Kapasitor = 47 x 103
Nilai Kapasitor = 47 x 1000
Nilai Kapasitor = 47.000pF atau 47nF atau 0,047µF
Huruf
dibelakang angka menandakan Toleransi dari Nilai Kapasitor tersebut, Berikut
adalah daftar Nilai Toleransinya :
B
= 0.10pF
C = 0.25pF
D = 0.5pF
E = 0.5%
F = 1%
G= 2%
H = 3%
J = 5%
K = 10%
M = 20%
Z = + 80% dan -20%
473Z = 47,000pF +80% dan -20% atau
berkisar antara 37.600 pF ~ 84.600 pF.
Jika di badan badan Kapasitor hanya bertuliskan 2 angka, Contohnya 47J maka
perhitungannya adalah sebagai berikut :
Kode
: 47J
Nilai
Kapasitor = 47 x 100
Nilai Kapasitor = 47 x 1
Nilai Kapasitor = 47pF
Jadi
Nilai Kapasitor yang berkode 47J adalah 47 pF ±5% yaitu
berkisar antara 44,65pF ~ 49,35pF
Jika
di badan Kapasitor tertera 222K maka nilai Kapasitor tersebut adalah :
Kode
: 222K
Nilai
Kapasitor = 22 x 102
Nilai Kapasitor = 22 x 100
Nilai Kapasitor = 2200pF
Toleransinya
adalah 5% :
Nilai Kapasitor = 2200 – 10% = 1980pF
Nilai Kapasitor = 2200 + 10% = 2420pF
Jadi
Nilai Kapasitor dengan Kode 222K adalah berkisar antara 1.980
pF ~ 2.420 pF.
Rangkaian
Seri-Paralel Kapasitor
Rangkaian
kapasitor bisa dibuat secara seri atau paralel,sehingga dapat
menghasilkan nilai kapasitansi baru yang tidak ada dipasaran.
Untuk menghitung total kapasitansi rangkaian seri berlaku rumus:
Ctotal (Ct) = 1/C1+1/C2+1/C3
Dan
untuk menghitung total kapasitansi rangkaian parallel berlaku rumus:
Ctotal (Ct) = C1+C2+C3
C. Dioda
Dioda atau disebut juga sinyal dioda adalah komponen dasar semikonduktor aktif yang hanya bisa mengalirkan arus satu arah saja (forward bias) yaitu dari arah positip (Anoda) ke arah negatif (Katoda) namun memblok arus untuk arah sebaliknya. Dalam rangkaian elektronika dioda diibaratkan sebagai kran/katup listrik satu arah. Dioda memiliki dua elektroda yaitu elektroda positip (Anoda) dan elektroda negatif (Katoda). Secara umum dioda biasa dipakai untuk merubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) atau disebut sebagai Rectifier.
Dioda dibuat dari bahan semikonduktor seperti germanium (Ge), Silicon (Si) dan galium arsenide (GaAs), sifat listrik pada jenis material tersebut ialah menengah atau dengan kata lain tidak baik sebagai konduktor dan tidak baik juga sebagai insulator, sifat ini dinamakan semikonduktor.
Material
semikonduktor memiliki sangat sedikit "elektron bebas" karena molekul
atomnya terkumpul bersama dalam bentuk pola kristal yang sering disebut
"kisi kristal". Untuk meningkatkan daya hantar listrik pada material
ini maka perlu dicampurkan "kotoran atom" pada struktur kristalnya
sehingga menghasilkan lebih banyak elektron bebas dan lubang atom. Untuk
menghasilkan sisi Negatif (katoda) pada dioda maka material semikonduktor
biasanya dicampurkan kotoran atom dengan bahan seperti: Arsenik, Antimony atau
Fosfor. dan untuk menghasilkan sisi positip (Anoda) dicampur dengan kotoran
atom dari bahan Aluminium, Boron atau Galium.
Jenis dan Simbol Dioda
Seperti penjelasan diatas, Jenis
dioda tergantung dari bahan material yang dipakai saat pembuatannya, dibawah
ini adalah contoh gambar dan simbol dari jenis-jenis dioda:
1. Dioda
Silicon
Terbuat dari bahan
Germanium, memiliki drop tegangan maju (forward volt drop) 0,7V, pada rangkaian
elektronika biasa dipakai sebagai penyearah (rectifier). Contoh
dioda Germanium adalah: 1N4000 series dan 1N5000 series dll.
2.
Dioda Germanium
Terbuat dari bahan
Silicon, memiliki drop tegangan maju (forward volt drop) 0,3V.
Biasa diaplikasikan sebagai dioda penyearah. contoh dioda silicon adalah:
IN4148 atau 1N914 dll.
3.
Dioda Zener
Terbuat dari bahan
silikon, dioda zener atau sering disebut juga "breakdown
diode" berfungsi sebagai pembatas tegangan pada rangkaian, atau
dengan kata lain dioda zener adalah komponen regulator tegangan
sederhana. dioda zener memiliki rating tegangan antara 1 sampai ratusan
volt dengan daya mulai dari 1/4w.
4.
Light Emitting Diode atau LED
Adalah jenis dioda
yang dapat mengeluarkan cahaya, LED yang banyak dipasaran berbentuk kubah
bulat dan juga kotak persegi dengan variasi warna merah, kuning, hijau, biru
atau putih. batas arus maksimum LED adalah 20mA. dan memiliki drop tegangan maju
(forward volt drop) antara 1,2v sampai 3,6v tergantung dari jenis warna LED.
5.
Dioda Schottky
Disebut juga dioda power memiliki
drop tegangan maju (forward bias) yang rendah, namun rating arus dan
tegangannya tinggi. Biasa dipakai sebagai penyearah pada frekuensi tinggi,
sering dipakai pada rangkaian pengisian battre, AC Rectifier dan Inverter.contoh
untuk dioda schotky adalah 5819 atau 58xx dll.
D.
Transistor
Transistor adalah
komponen semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus
dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai
fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, di mana
berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan
pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Transistor Bipolar
adalah salah satu jenis transistor yang terbentuk dari 2 dioda sehingga
memiliki polaritas atau sisi positif dan sisi negatif. Biasanya transistor
Bipolar atau disebut dengan BJT (Basis Junction Transistor) memiliki 2 jenis,
diantaranya yaitu Transistor PNP dan Transistor NPN. Transistor ini memiliki 3
polaritas yang biasa disebut B (Basis), E (Emiter), C (Collector). Basis
berfungsi sebagai base atau tempat berkumpulnya kumpulan aliran arus yang masuk
ke transistor, Emiter dan Collector sebagai aliran arus masuk dan keluar.
Lambang Transistor BJT
Sudah
jelas seperti gambar di atas bahwa transistor PNP memiliki simbol yang arah
panahnya masuk dan sebaliknya untuk NPN arah panah dari emiter mengarah keluar.
Bentuk
aliran arus pada sebuah transistor dapat dirumuskan dengan hukum KCL ( Kirchoff
Current Law) Atau hukum Kirchoff I, yang dirumuskan sebagai berikut.
Ie = Ic + Ib
Keterangan :
Ie = Arus Emitter
Ic = Arus Collector
Ib = Arus Basis
Pada
Transistor BJT nilai arus Ib relatif sangat kecil terhadap Ic, maka
Ib ini dapat diabaikan. Sehingga persamaan diatas bisa berubah menjadi
Ie = Ic
Keterangan :
Ie = Arus Emitter
Ic = Arus Collector
Karakteristik input merupakan karakteristik
dari tegangan base
dan emitter (VBE) sebagai fungsi arus base (IB) dengan VCE dalam keadaan
konstan. Karakteristik ini merupakan karakteristik dari junction emitter-base
dengan forward bias atau sama dengan karakteristik
diode pada forward bias. Pada BJT seluruh pembawa muatan akan melewati
junction Base-Emittor menuju Collector maka arus pada basis menjadi jauh lebih
kecil dari diode P-N
dengan adanya faktor hfe. Penambahan nilai VCE megakibatkan arus IB akan
berkurang. Arus IB akan mengalir jika tegangan VBE > 0,7 V
Karakteristik output merupakan karakteristik
dengan tegangan emitter (VCE) sebagai fungsi arus kolektor (IC) terhadap arus
base (IB) yang tetap seperti ditunjukkan pada Gambar 4. Pada saat IB=0, arus IC
yang mengalir adalah arus bocor
ICB0 (pada umumnya diabaikan), sedangkan pada saat IB ≠ 0 untuk VCE kecil
(<< 0,2 V), pembawa muatan di basis tidak efisien dan transistor
dikatakan dalam keadaan saturasi dengan IB > IC / hfe . Pada saat VCE
diperbesar IC pun naik hingga melewati level tegangan VCE saturasi (0,2 -1 V)
hingga transistor bekerja dalam daerah aktif dengan IB = IC / hfe. Pada saat
ini kondisi arus IC relatif konstan terhadap variasi tegangan VCE.
Gelombang
input dan output transistor
E. Op-amp
Operasional amplifier
(Op-Amp) adalah suatu penguat berpenguatan tinggi yang terintegrasi dalam
sebuah chip IC yang memiliki dua input inverting dan non-inverting dengan
sebuah terminal output, dimana rangkaian umpan balik dapat ditambahkan untuk mengendalikan
karakteristik tanggapan keseluruhan pada operasional amplifier (Op-Amp). Pada
dasarnya operasional amplifier (Op-Amp) merupakan suatu penguat diferensial
yang memiliki 2 input dan 1 output. Op-amp ini digunakan untuk membentuk
fungsi-fungsi linier yang bermacam-mcam atau dapat juga digunakan untuk
operasi-operasi tak linier, dan seringkali disebut sebagai rangkaian terpadu
linier dasar. Penguat operasional (Op-Amp) merupakan komponen elektronika
analog yang berfungsi sebagai amplifier multiguna dalam bentuk IC dan memiliki
simbol sebagai berikut :
Rumus
penguatan op-amp
- Op-amp inverting
Av = – ( Rf / Ri )
- Op-amp
non-inverting
Av = ( Rf / Ri ) + 1
Gelombang
input dan output op-amp
F). Relay
Relay adalah Saklar (Switch) yang
dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical
(Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil)
dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip
Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik
yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih
tinggi. Sebagai contoh, dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50
mA mampu menggerakan Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk
menghantarkan listrik 220V 2A.
Simbol
di proteus
G. Ground
Suatu komponen listrik yang
bisa meniadakan beda potensial sebagai pelepasan
muatan listrik berlebih pada suatu instalasi listrik dengan
cara mengalirkannya ke tanah.
Simbol
di proteus
H. Power
Supply
Catu daya merupakan suatu Rangkaian
yang paling penting bagi sistem elektronika. Power supply atau catu daya adalah
suatu alat atau perangkat elektronik yang berfungsi untuk merubah arus AC
menjadi arus DC untuk memberi daya suatu perangkat keras lainnya. Sumber AC
yaitu sumber tegangan bolak-balik, sedangkan sumber tegangan DC merupakan
sumber tegangan searah. Power supply/unit catu daya secara efektif harus
mengisolasi rangkaian internal dari jaringan utama, dan
biasanya harus dilengkapi dengan pembatas arus otomatis atau pemutus bila terjadi
beban lebih atau hubung singkat. Bila pada saat
terjadinya kesalahan catu daya, tegangan keluaran DC
meningkat di atas suatu nilai aman maksimum untuk rangkaian
internal, maka daya secara otomatis harus diputuskan.
Simbol
di proteus
I. Infrared Sensor
Sistem sensor infra merah pada dasarnya menggunakan infra merah
sebagai media untuk komunikasi data antara receiver dan transmitter. Sistem
akan bekerja jika sinar infra merah yang dipancarkan terhalang oleh suatu benda
yang mengakibatkan sinar infra merah tersebut tidak dapat terdeteksi oleh
penerima.
Grafik responsi sensor :
J.
LM35
Sensor suhu LM35
adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu
menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai
dalam penelitian ini berupa komponen elektronika elektronika yang diproduksi
oleh National Semiconductor. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan
perancangan jika dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai
keluaran impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan
mudah dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan
penyetelan lanjutan.
Simbol
LM35 di proteus :
Grafik
respon
K. Sensor
Hujan
Sensor hujan adalah
komponen elektronik yang digunakan untuk mendeteksi adanya air hujan pada
permukaannya. Dalam sistem kontrol kandang ayam, sensor hujan berfungsi sebagai
pendeteksi kondisi cuaca luar, khususnya untuk kandang semi-terbuka. Ketika
sensor mendeteksi hujan, mikrokontroler akan memproses sinyal tersebut untuk
mengaktifkan penutup otomatis, mematikan kipas luar, atau menjalankan sistem
penghangat guna menjaga kenyamanan ayam. Sensor ini biasanya bekerja
berdasarkan perubahan resistansi atau konduktivitas pada permukaannya saat
terkena air. Dengan adanya sensor hujan, sistem dapat merespon perubahan cuaca
secara otomatis dan mencegah ayam terkena kondisi lembap atau dingin yang dapat
mengganggu kesehatannya
L. Gas
MQ-2 Sensor
Spesifikasi sensor pada sensor gas MQ-2 adalah sebagai berikut:
1. Catu daya pemanas : 5V AC/DC
2. Catu daya rangkaian : 5VDC
3. Range pengukuran : 200 - 5000ppm
untuk LPG, propane 300 - 5000ppm untuk butane 5000 - 20000ppm untuk methane 300
- 5000ppm untuk Hidrogen
4. Keluaran : analog (perubahan
tegangan)
Grafik
respon sensor
M. Sensor Jarak GP2D120
Penggunaan sensor
GP2D12 ini tidak ada perlakuan khusus dalam proses pembacaannya, sehingga
apabila ada mikrokontroler yang sudah terdapat ADC (Seperti Atmega8535)
di dalam maka sensor jarak ini tinggal dihubungkan dan dibaca tegangan keluarannya.
ATmega8535 merupakan salah satu jenis dari mikrokontroler AVR buatan ATMEL yang
mempunyai 8 channel ADC (Analog to Digital Converter) dengan resolusi
10bit. Maksudnya adalah mikrokontroler ini mampu untuk diberi masukan tegangan
analog sampai 8 saluran secara bersamaan dengan ketelitian sampai 10 bit,
sehingga pemakaian sensor jarak GP2D12 pada mikrokontroler ini maksimal
adalah 8 buah.
Adapun prinsip kerja
sensor sharp GP2D12 ini menggunakan prinsip pantulan sinar infra merah. Dalam
aplikasi ini nilai tegangan keluran dari sensor yang berbanding terbalik dengan
hasil pembacaan jarak dikomparasi dengan tegangan referensi komparator. Prinsip
kerja dari rangkaian komparator sensor sharp GP2D12 adalah jika sensor
mengeluarkan tegangan melebihi tegangan referensi, maka keluaran dari
komparator akan berlogika rendah. Jika tegangan referensi lebih besar
dari tegangan sensor maka keluaran dari komparator akan berlogika tinggi.
Selain menggunakan komparator, untuk mengakases sensor jarak sharp GP2D12
dapat dengan menggunakan prinsip ADC, atau dengan kata lain mengolah
sinyal analog dari pembacaan sensor sharp GP2D12 ke bentuk digital dengan
bantuan pemrograman.
GP2D12 (Infrared
Range Detector) adalah sensor jarak yang berbasikan infra red, sensor ini
dapat mendeteksi obyek dengan jarak 8 sampai 80 cm. Output dari GP2D12
adalah berupa tegangan analog. Agar GP2D12 dapat berhubungan dengan
mikrokontroller di perlukan ADC ( Analog to Digital conventer ) yang
berfungsi untuk mengkonversi output dari GP2D12 yang berupa analog menjadi
digital.
Grafik
respon sensor GP2D12:
N.
Logicstate
Logicstate adalah keadaan logika
dalam rangkaian digital yang merepresentasikan nilai biner, yaitu 0 (false)
atau 1 (true).
A.
Prosedur
·
Untuk
membuat rangkaian ini, pertama, siapkan semua alat dan bahan yang bersangkutan,
di ambil dari library proteus
·
Letakkan
semua alat dan bahan sesuai dengan posisi dimana alat dan bahan terletak.
·
Tepatkan
posisi letak nya dengan gambar rangkaian
·
Selanjutnya,
hubungkan semua alat dan bahan menjadi suatu rangkaian yang utuh
·
Lalu
mencoba menjalankan rangkaian , jika tidak terjadi error, maka motor akan
bergerak yang berarti rangkaian bekerja
B.
Rangkaian Simulasi
GAMBAR RANGKAIAN
PRINSIP KERJA KANDANG AYAM:
Kontrol kandang ayam adalah suatu sistem atau
mekanisme yang dirancang untuk mengatur kondisi lingkungan dalam
kandang ayam agar selalu ideal bagi pertumbuhan dan kesehatan ayam.
-
Sensor Infrared
PRINSIP KERJA:
Pada rangkaian
sistem tempat minum otomatis untuk ayam di atas,
digunakan infrared obstacle sensor (IR1) sebagai pendeteksi
keberadaan ayam di sekitar tempat minum. Sensor ini bekerja berdasarkan
prinsip pemantulan sinyal cahaya inframerah. Komponen pemancar (LED IR)
akan memancarkan cahaya inframerah ke arah bawah atau depan, dan jika terdapat
objek (ayam) dalam jangkauan, cahaya tersebut akan dipantulkan kembali dan
diterima oleh fotodioda penerima. Ketika pantulan terdeteksi, output
sensor berubah menjadi logika LOW atau HIGH tergantung jenis sensor, dan
sinyal ini diteruskan ke rangkaian penguat tegangan (voltage follower U6) serta
rangkaian transistor (Q4). Jika ayam terdeteksi, maka transistor aktif (VBE ≥
0.7V), sehingga arus mengalir ke relay RL4, dan mengaktifkan aktuator
(servo atau katup) untuk membuka aliran air minum. Setelah ayam pergi dan
tidak terdeteksi, sensor tidak lagi menerima pantulan, transistor nonaktif,
relay mati, dan tempat minum kembali tertutup. Sensor ini dipasang di
bawah pipa tempat minum untuk mendeteksi keberadaan ayam secara langsung
dan otomatis.
-
Sensor LM35
PRINSIP KERJA:
Sensor LM35 Ketika
suhu lingkungan di dalam kandang tinggi atau suhu lingkungan panas, maka sensor
LM35 akan mendeteksinya. Tegangan akan masuk menuju op amp, kemuadian menuju
resistor, menuju transistor, dan menuju ke kaki relay. Saat suhu lingkungan tinggi,
relay akan dalam keadaan on, yang membuat kipas atau pendingin ruangan akan
hidup, sebaliknya apabila suhu tidak terlalu panas, relay akan dalam keadaan
off, yang membuat kipas atau pendingin ruangan akan mati.
-
Sensor Hujan
PRINSIP KERJA:
Sensor hujan adalah
sensor berbasis konduktivitas yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan air
hujan melalui permukaan panel logam berbentuk jalur-jalur konduktor. Saat
kondisi kering, jalur pada papan sensor bersifat tidak konduktif sehingga tidak
mengalirkan arus. Namun, ketika tetesan air hujan jatuh dan membasahi permukaan
sensor, air akan menghubungkan jalur-jalur tersebut dan menyebabkan terjadinya
aliran arus listrik. Perubahan ini akan direspons oleh modul sensor, yang
menghasilkan sinyal digital (biasanya LOW) untuk menunjukkan bahwa
hujan telah terdeteksi. Dalam rangkaian kontrol kandang ayam, output dari
sensor hujan ini digunakan sebagai logika pengendali untuk menyalakan lampu
pemanas secara otomatis, terutama saat suhu kandang turun akibat cuaca
hujan. Sensor ini dipasang di atap kandang dan menjadi elemen penting dalam
sistem kontrol iklim otomatis untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan ayam.
-
Sensor Gas (MQ-2)
PRINSIP KERJA:
Sensor MQ-2 pada
rangkaian di atas berfungsi untuk mendeteksi keberadaan gas beracun atau
mudah terbakar, seperti LPG, asap, alkohol, metana, dan hidrogen, di dalam
kandang ayam. Sensor ini bekerja berdasarkan perubahan
resistansi material sensitif di dalamnya ketika terkena gas tertentu.
Dalam kondisi normal (udara bersih), resistansi sensor tinggi dan output
tegangan rendah. Namun, saat gas terdeteksi (misalnya dari kotoran ayam yang
membusuk atau pembakaran tidak sempurna), resistansi turun dan tegangan
output meningkat. Output dari sensor kemudian dimasukkan ke rangkaian penguat
(non-inverting amplifier) yang terdiri dari op-amp (U11) untuk memperkuat
sinyal. Jika tegangan hasil penguatan melebihi ambang batas,
maka transistor Q8 akan aktif, mengalirkan arus ke relay RL8, dan
akhirnya menghidupkan kipas exhaust (kipas aktif). Kipas ini berfungsi
untuk membuang gas beracun dari dalam kandang dan menjaga kualitas udara agar
ayam tetap sehat. Sensor MQ-2 ini dipasang di langit-langit kandang, karena
gas beracun cenderung naik ke atas, sehingga deteksi lebih cepat dan efektif.
-
Sensor Jarak
PRINSIP KERJA:
Pada rangkaian
sistem pakan otomatis di atas, prinsip kerja sensor jarak digunakan
untuk mengontrol pengisian pakan ayam secara otomatis
berdasarkan ketinggian atau jarak pakan di dalam tempat makan. Sensor
jarak (kemungkinan berbasis infrared atau ultrasonik, meskipun tidak
tampak jelas jenis sensornya) ditempatkan di atas tempat pakan dan
mendeteksi jarak antara sensor dengan permukaan pakan. Sinyal dari sensor
ini masuk ke op-amp komparator (U7) yang disusun dalam
konfigurasi inverting detector. Op-amp membandingkan tegangan dari sensor
(Vi) dengan tegangan referensi (Vref). Jika Vi < Vref (jarak pakan terlalu
jauh atau pakan habis), maka output op-amp tinggi (Vo = +Vsat), mengaktifkan
transistor Q6, dan relay RL6 aktif untuk menyalakan motor
pengisi pakan (ikon kipas "MENGISI PAKAN"). Namun, jika Vi >
Vref (jarak pakan terlalu dekat atau pakan sudah penuh), maka output op-amp
turun, transistor mati, dan relay nonaktif, sehingga pengisian pakan
berhenti. Sistem ini memastikan pakan ayam tetap tersedia tanpa tumpah,
dengan rentang kendali otomatis >20 cm akan mengisi pakan.
1. Datasheet Resistor [klik disini]
2. Datasheet Op Amp 741 [klik disini]
3. Datasheet LM35 [klik disini]
4. Datasheet Sensor IR [klik disini]
5. Datasheet Relay [klik disini]
6. Datasheet Ground [klik disini]
7. Datasheet Potensiometer [klik disini]
8. Datasheet Sensor Suara [klik disini]
9. Datasheet Sensor Gas [klik disini]
10. Download Tugas Besar Kontrol Kandang Ayam [klik disini]
11.Download
Video sensor Infrared [klik disini]
12.Download
video sensor proximity [klik disini]
13.Download video sensor suhu [klik disini]
15.Download
video sensor rain
16.Download
video sensor gas [klik disini]
Komentar
Posting Komentar