Laporan Akhir M3
JURNAL PRAKTIKUM
HUKUM OHM, MESH
|
Nama |
: |
Rivelzy Naufal Hanif |
|
No BP |
: |
2510951013 |
|
Tanggal Pratikum |
: |
5 Mei 2026 |
|
Asisten |
: |
1. Muhammad Naufal Lutfi 2.
Aulia
Rahma Okto Bendsi |
1. Hukum Ohm
|
R
terbaca |
V |
I |
V
Terhitung |
I
Terhitung |
|
560 |
5 V |
0,008 A |
4,48 V |
0,0089 A |
|
1000 |
5V |
0,004 A |
4 V |
0,005 A |
|
1200 |
5V |
0,004 A |
4,8 V |
0,0041 A |
|
V Toleransi (%) |
I Toleransi (%) |
|
10,4 % |
11,25 % |
|
20 % |
25 % |
|
4 % |
2,5 % |
2.
Teorema
Mesh
|
Resistor |
Resistansi |
Tegangan Terukur(V) |
Arus
(mA) I=V/R |
Arus
Mesh (mA) |
||
|
Terbaca |
Terukur |
|||||
|
Ra |
1000 Ω |
1000 Ω |
6,93 V |
6,47 mA |
IRa=I total |
6,93 mA |
|
Rb |
1000 Ω |
1000 Ω |
1,886 V |
1,25 mA |
IRb = Ia |
1,886 mA |
|
Rc |
1000 Ω |
1000 Ω |
0,63 V |
0,56 mA |
IRc = Ib |
0,63 mA |
|
Rd |
1000 Ω |
1000 Ω |
5,14 V |
4,94 mA |
IRd = Ic = I1-I2 |
5,044 mA |
|
Re |
1000 Ω |
1000 Ω |
1,25 V |
1,15 mA |
IRe = Id = I2-I3 |
1,256 mA |
|
Rf |
1000 Ω |
1000 Ω |
0,629 V |
0,58 mA |
IRf = Ie = I3 |
0,629 mA |
|
Rg |
1000 Ω |
1000 Ω |
1,80 V |
1,8 mA |
IRg = If = I2 |
1,80 mA |
1.
Hukum Ohm
Langkah
Langkah percobaan:
- Buatlah rangkaian seperti
gambar di atas
- Pilih resistor dengan
resistansi sesuai dengan kondisi
- Ukur tegangan dan arus memakai
voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
Prinsip
kerja:
Hukum Ohm menyatakan bahwa tegangan
pada suatu komponen dalam suatu rangkaian sebanding dengan arus yang mengalir
melaluinya, dengan resistansi sebagai faktor proporsionalitasnya. Artinya, jika
resistansi tetap, maka arus dan tegangan akan memiliki hubungan linier. Jika
resistansi meningkat, arus akan menurun untuk mempertahankan proporsionalitas
dengan tegangan.
2. Mesh
Langkah
Langkah percobaan:
- Buatlah rangkaian seperti
gambar rangkaian di atas
- Pilih resistor dengan
resistansi sesuai dengan kondisi
- Ukur tegangan dan arus memakai
voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
Prinsip
kerja:
Metode arus Mesh merupakan prosedur
langsung untuk menentukan arus pada setiap resistor dengan menggunakan
persamaan simultan. Langkah pertamanya adalah membuat loop tertutup (disebut
juga mesh) pada rangkaian. Loop tersebut tidak harus memiliki sumber tegangan,
tetapi setiap sumber tegangan yang ada harus dimasukkan ke dalam loop. Loop
haruslah meliputi seluruh resistor dan sumber tegangan. Dengan arus Mesh, dapat
ditulis persamaan Kirchoff’s Voltage Law untuk setiap loop.
- Hukum Ohm
1)
Bandingkan nilai
resistansi terbaca dan perhitungan
Jawab:
· R1 = 560 Ω → Rperhitungan = V / I = 5 / 0,008 = 625 Ω, selisih = 60
Ω
· R2 = 1000 Ω → Rperhitungan = V / I = 5 / 0,004 = 1.250 Ω, selisih =
250 Ω
· R3 = 1200 Ω → Rperhitungan = V / I = 5 / 0,004 = 1.250 Ω, selisih =
50 Ω
Dari percobaan yang
dilakukan, dapat dilihat perbandingan antara nilai R terbaca dengan R
perhitungan yang tidak berbeda terlalu jauh atau signifikan, adapun perbedaan
nilai ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesalahan praktikan
dalam melakukan pengukuran dan ketidakpastian alat seperti kelonggaran jumper
yang membuat hasil pengukuran kurang akurat.
2)
Apa saja faktor yang
menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan hukum ohm?
Jawab:
Kesalahan
pengukuran dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti:
· Toleransi komponen membuat pengukuran tidak mendapatkan nilai yang
sebenarnya atau tidak tepat.
· Hambatan dalam alat ukur yang membuat nilai besaran yang diukur
sedikit berubah dari yang sebenarnya.
· Kerapatan sambungan pada jumper mempengaruhi ketepatan nilai besaran
yang disambungkan dengan nilai yang sebenarnya.
· Suhu dapat mempengaruhi komponen seperti resistor dimana saat suhu
meningkat dapat membuat resistansi resistor berubah.
3)
Jika nilai resistansi
diperbesar sedangkan tegangan tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap arus?
apakah sesuai dengan teori hukum ohm?
Jawab:
Hukum ohm menyatakan
bahwa I = V / R, ketika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan tetap,
maka nilai arus akan menurun karena arus berbanding terbalik dengan hambatan.
Hal ini dapat dibuktikan dari percobaan yang dilakukan dengan nilai tegangan tetap
yaitu 5V ketika diberi hambatan sebesar 560 Ω, arusnya bernilai 0,008 A
sedangkan ketika hambatannya bernilai 1000 Ω arusnya bernilai 0,004 A. Hal ini
membuktikan bahwa arus berbanding terbalik dengan hambatan sesuai dengan hukum
ohm.
- Hukum Kirchhoff
1)
Jika salah satu resistor
pada cabang diperbesar nilainya, bagaimana pengaruhnya terhadap pembagian arus
di setiap cabang?
Jawab:
Berdasarkan prinsip
Hukum Kirchhoff Arus (KCL), jika hambatan pada satu cabang diperbesar, maka
arus yang melewati cabang tersebut akan mengecil. Karena total arus yang masuk
ke titik simpul sama dengan total arus yang keluar maka arus akan terbagi lebih
besar ke cabang lain yang memiliki nilai hambatan lebih kecil.
2)
Apakah jumlah aljabar
tegangan dalam satu loop tertutup sama dengan nol berdasarkan hasil percobaan?
Jawab:
Berdasarkan data
percobaan teorema mesh yang menerapkan KVL, total tegangan pada tiap komponen
dalam satu loop tertutup sama dengan nol. Hal ini sesuai dengan KVL yang
menyatakan jumlah tegangan pada tiap komponen dalam loop tertutup sama dengan
nol (ΣV = 0).
- Mesh
1)
Bandingkan nilai arus
hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukuran. Apakah terdapat
perbedaan? jelaskan.
Jawab:
· IRa perhitungan = 6,93 mA → IRa pengukuran = 6,47 mA.
· IRb perhitungan = 1,886 mA → IRb pengukuran = 1,25 mA.
· IRc perhitungan = 0,63 mA → IRc pengukuran = 0,56 mA.
· IRd perhitungan = 5,044 mA → IRd pengukuran = 4,94 mA.
· IRe perhitungan = 1,256 mA → IRe pengukuran = 1,25 mA.
· IRf perhitungan = 0,629 mA → IRf pengukuran = 0,58 mA.
· IRg perhitungan = 1,80 mA → IRg pengukuran = 1,8 mA.
Dari percobaan yang
dilakukan, didapatkan perbandingan arus perhitungan dengan arus pengukuran yang
berbeda sedikit. Perbedaan sedikit ini dapat terjadi dikarenakan beberapa
faktor seperti kesalahan praktikan dalam melakukan pengukuran, hambatan
internal/dalam alat ukur yang mempengaruhi nilai pengukuran.
2)
Apa keuntungan
menggunakan metode mesh dibandingkan metode analisis biasa pada rangkaian yang
kompleks?
Jawab:
Metode Mesh lebih
efisien dikarenakan metodenya dapat mengurangi jumlah persamaan yang harus
diselesaikan dimana persamaan yang dipertahankan bergantung pada jumlah loop
pada rangkaian, bukan setiap titik simpul atau setiap cabang sehingga proses
perhitungan matematis menjadi sistematis dan meminimalisir kesalahan hitung.
3)
Mengapa pada resistor
yang berada di antara dua mesh arusnya merupakan selisih dua arus mesh?
Jawab:
Hal ini dikarenakan
resistor tersebut dilewati oleh dua arus loop yang arahnya berlawanan
tergantung asumsi arah arus mesh yang dibuat. Secara matematis arus yang
mengalir pada komponen tersebut adalah hasil penjumlahan vektor superposisi
kedua arus mesh tersebut, karena arahnya berlawanan, maka resultannya adalah
selisih keduanya.
Komentar
Posting Komentar